Halo, selamat datang kepada para pembaca dharma supranatural. Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan tentang pelet ‘tanah’.

Pelet ini saya dapatkan ketika saya duduk di bangku SMP, cukup ampuh untuk pemula. Akan tetapi seperti biasanya hal ‘mudah’ maka akan mudah pula dilunturkan tuah dari pelet ini.

Hal yang dibutuhkan hanya

  1. sel tubuh dari target, bisa berupa rambut, kuku, sobekan kulit, darah, dll
  2. sel tubuh anda sendiri
  3. kain putih
  4. minyak non alkohol

Setelah alat dan bahan lengkap, kedua sel tadi dibungkus dengan kain putih, lalu di bawa ke tempat yang angker, bisa kuburan, pohon besar, perempatan jalan, pinggir sungai, muara sungai, dll. Jangan lupa bawa sekop atau alat bantu untuk menggali.

Kuburlah kain tadi, tidak perlu dalam, kira kira agar tidak mudah dibongkar oleh anak anak atau hewan liar. Sebelum ditimbun tanah, tuanglah minyak non alkohol di atas kain.

Setelah selesai, berdoalah, mohon kepada yang maha kuasa agar menjadikan target selalu menyatu dengan kita selama kakinya masih berpijak tanah. Sesi berikutnya bisa diisi dengan meditasi jika memungkinkan, selanjutnya pulang tanpa pernah menoleh ke belakang.

Cara kerja pelet ini adalah dengan mengandalkan gaib yang bersemayam di tempat angker tadi, gaib tersebut bekerja melalui tanah, sehingga akan tetap menempel kepada target selama target masih berpijak, karena cara kerja inilah saya memberikannya nama pelet tanah.

Jika berhasil, maka efek yang timbul

  1. Target akan ingat kepada anda setiap matahari terbit dan matahari terbenam
  2. Selanjutnya tinggal SSI (speak speak iblis) dan target akan jatuh di tangan anda

Pencegahan untuk pelet ini sangat sederhana, “rajin rajin ibadah” karena saat memohon tuah dari ilmu ini, masih meminta ijin kepada Tuhan yang maha esa.

Akan tetapi, jika anda merasa mengingat seseorang ‘hanya’ pada waktu yang telah disebutkan di atas ada baiknya melakukan pembersihan diri lahir batin, di cleansing oleh pemuka agama/adat atau praktisi yang anda percaya, atau meminum air kepala gading yang telah didoakan.

Category
Tags

No responses yet