Kepercayaan nusantara akan hal mistis sangat kental, termasuk kepercayaan akan pantangan/larangan yang sudah ada sejak lama. Salah satu pantangan lama yang sering saya dengar dan jumpai adalah jangan membawa media yang ada isinya melewati laut. Hal ini diyakini dapat menghilangkan isi dari media tersebut. Benarkah?

ilustrasi laut via google.com

Secara umum pengertian laut adalah perairan asin yang sangat besar, menutupi lebih dari 70% permukaan bumi, tempat hidup banyak sekali mahluk hidup, serta tempat paling asik untuk mencari teori konspirasi – hmm. Toeri konspirasi yang lagi hangat adalah bahwa penelitian menunjukan baru 5% dari total lautan yang sudah dijelajahi, sayangnya karena ini konspirasi, maka akan lebih seru jika saya tidak menyertakan data valid. Tapi tenang, kita tidak membahas ini, ini hanya sebagai gambaran umum bahwa laut dalam dunia fisik saja masih banyak menyimpan misteri apalagi yang metafisik.
Dalam dunia supranatural, laut memiliki pengaruh besar. Dikatakan banyak penguasa gaib tingkat atas beristana di lautan, adapula yang menyayakan bahwa wilayah laut tertentu merupakan kerajaan gaib si a, b, c, dan seterusnya. Bahkan beberapa ritual memerlukan air laut untuk menjalankan prosesnya. Item turunannya juga sering digunakan untuk keperluan ritual tertentu seperti garam kasar, pasir pantai, jenis kerang tertentu, air laut saat waktu tertentu, dan lain lain. Lalu kembali ke pertanyaan awal, jika saya membawa atau mengirim media yang ada isinya katakanlah khodam, benarkah bisa hilang?

ilustrasi media via dok penulis

Jawabannya bisa ya dan bisa tidak.
Ya, hilang, jika isi dari media anda memang memiliki pantangan tidak boleh menyebrang laut. Kemungkinan isinya adalah energi yang tidak bisa dikirim jarak jauh atau ada gaib yang sifatnya lokal, jika keluar wilayahnya maka akan melemah.
Tidak hilang jika isi dari medianya memang difungsikan untuk jarak jauh. Jika berupa energi, kemungkinan sudah memiliki jalur untuk tetap bisa mengirim energi jarak jauh, jika berupa entitas gaib berarti bisa keluar dari wilayah asalnya.

Lalu bagaimana cara menyiasati agar tidak hilang? Untuk media yang dari saya tidak bisa hilang mas jika hanya menyebrang antar pulau. Tapi untuk media dari praktisi lain saran saya ditanyakan kepada mereka jika ingin membawa media tersebut keluar pulau, karena mungkin ada pakem atau aturan yang berbeda.

Category
Tags

No responses yet